Polwan Cantik dan Baik Itu Hanya Ada di Iklan

oleh

Briptu-Eka-Frestya-640x426Ali Anshori/Pontianak

Upaya kepolisian untuk memperbaiki citra di masyarakat terus dilakukan, baik melalui pelayanan ataupun pendekatan. Namun sayang seringkali perlakuan oknum polisi sendiri yang membuat citra polisi kembali buruk. Jadinya pencitraan yang selalu dibangun sia-sia belaka.

Nah baru-baru ini video oknum polwan polres Singkawang yang melakukan pemukulan terhadap warga beredar luar di jejaring sosial media facebook. Video tersebut bahkan menjadi viral yang sudah dikomentari ribuan orang dan dibagikan sampai ratusan ribu kali.
Ini menandakan bahwa perhatian masyarakat terhadap polisi masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan aparat lain. Tak heran jika ada yang “beda” sedikit saja dari polisi respon masyarakat akan sangat luar biasa. Bukan hanya pada perkara yang negatif saja yang positif pun sama.

Lihat saja ketika ada aksi briptu Norman Kamaru dengan video lipsyngnya beredar luas di masyarakat. Bagaimana antusiasnya masyarakat merespon video tersebut. Hanya dalam hitungan hari dia langsung menjadi selebritis mendadak. Dia sering diundang menghadiri acara tlak show di sejumlah tv dan diminta hadir pada acara-acara tertentu. Kondisi ini membuat Norman Kamaru lupa diri sampai akhirnya dia memilih mengundurkan diri. Lantas apa yang terjadi? Norman tidak lagi laku sebagai artis. Sebab nilai jual Norman Kamaru bukan keartisannya melainkan seragamnya.

Kemudian lihat saja resppon publik ketika ada polisi yang nyambil “mulung” kontan menjadi perbincangan publik, sebab pekerjaan tersebut dianggap aneh di kalangan polisi. Andai saja polisi yang diketahui bernama Bripka Seladi itu bukan polisi, dia tidak ada apa-apanya. Bripka Seladi semakin terkenal karena pekerjaan mulungnya itu menjadi bukti bahwa dia adalah polisi jujur.

Munculnya bripka Seladi ke publik tentu saja menjadi kabar baik bagi polisi. Secara tidak langsung dia telah mengubah imej negatif polisi yang selama ini terlanjur melekat di masyarakat, menjadi polisi positif. Nama Bripka Seladi yang hanya polisi berpangkat rendah dan nyambi mulung itu menjadi perhatian publik dan juga atasannya.

Namun tak lama kemudian, citra baik polisi kembali pudar. Dengan adanya kasus polwan perkasa di Singkawang Kalbar. Aksi koboy yang dilakukan oleh polwan tersebut langsung menjadi senjata yang menusuk-nusuk tubuh polri itu sendiri. Kesan polwan cantik dan ramah yang sudah lama melekat sekarang hilang hanya karena aksi satu orang saja. Ternyata polwan cantik baik hati itu hanya ada di iklan.

Anak-anak TK yang sekarang mulai cinta dengan polwan kembali takut. Apalagi bila mereka menyaksikan video polwan Singkawang yang memukuli warga. Bahasa ngetrennya itu mak jleb. Jleb langsung ke jantung. Susah payah polisi membangun citra positif hilang seketika, trauma masyarakat terhadap polisi kembali menggurita.

Sampai kapan kasus seperti ini akan terjadi? Saya tidak tahu. Sepanjang masih polisi masih menganggap dirinya lebih hebat dari warga sipil, selama arogansi pada tubuh polri tak juga hilang, maka angan-angan untuk merubah polisi baik hanya sekadar simbol yang muskil terwujud. Salam.

BACA: POLWAN PEMUKUL WARGA CURHAT DI FACEBOOK